ANALISIS RISIKO BANJIR DAN UPAYA MITIGASINYA DI KELURAHAN ANTANG, KECAMATAN MANGGALA, KOTA MAKASSAR

Authors

DOI:

https://doi.org/10.61220/gbv15h82

Keywords:

Banjir, Faktor Antropogenik, Drainase, Mitigasi, Masyarakat

Abstract

 

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor antropogenik yang memperparah risiko banjir serta mengevaluasi efektivitas sistem drainase dan kebijakan mitigasi di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial, perilaku, dan pengalaman manusia. Adapun jenis pendekatannya adalah pendekatan deskriptif yang berusaha menggambarkan semua objek penelitian atau situasi objek penelitian, menganalisis dan mencoba memberikan solusi untuk masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan, pendangkalan saluran, dan perilaku masyarakat dalam membuang sampah menjadi faktor utama penyebab banjir. Drainase dan sumur resapan belum efektif karena kapasitas terbatas dan kondisi topografi rendah. Meskipun demikian, kesadaran masyarakat mulai meningkat melalui kegiatan gotong royong. Penelitian ini menekankan perlunya kombinasi upaya struktural dan non-struktural dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat.

 

This study aims to analyze anthropogenic factors that exacerbate flood risk andevaluate the effectiveness of drainage systems and mitigation policies in Antang Village, Manggala District, Makassar City. The method used is a qualitative research type that emphasizes an in-depth understanding of social phenomena, behavior, and human experiences. The type of approach is a descriptive approach that attempts to describe all research objects or situations of research objects, analyze and try to provide solutions to the problems. The results of the study indicate that land conversion, channel silting, and community behavior in disposing of waste are the main factors causing flooding. Drainage and infiltration wells are not yet effective due to limited capacity and low topography. However, public awareness is starting to increase through mutual cooperation activities. This study emphasizes the need for a combination of structural and non-structural efforts with government support and active community participation.

 

References

Amiruddin & Rasyid. (2019). Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase di Kota Makassar. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 21(2), 115–123.

Amiruddin & Rasyid. (2019). Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase di Kota Makassar.

Arfan, M., dkk. (2021). Urban Flooding and the Role of Drainage Management. Land, 11(8), 1271.

Arianto, M., Syahrir, & Latief, S. (2018). Efektivitas Kanal Pengendali Banjir Makassar dalam Mengurangi Genangan. Jurnal Hidrologi Indonesia, 9(1), 45–57.

Arianto, Syahrir & Latief. (2018). Efektivitas Kanal Pengendalian Banjir Makassar.

Bayu Anggara, dkk. (2019). Penanggulangan Bencana Banjir Oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Di Kabupaten Berau. eJournal Ilmu Pemerintahan, 7 (2): 879-890

BBC. (2007). Jakarta Floods Caused by Garbage and Land Use Change.

Hardani, dkk. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Mirnawati, N., Haidah, N., & Juherah. (2023). Hubungan Perilaku Masyarakat Dengan Kondisi Sanitasi Dasar Di Kelurahan Antang Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Poltekkes Makassar.

Mulyani, S., & Prasetyo, LB (2021). Analisis Perubahan Tata Guna Lahan dan Dampaknya terhadap Risiko Banjir di Kota Makassar. Jurnal Geografi dan Lingkungan , 18(2), 145-156.

Nugroho, Y. (2021). Kegagalan Kebijakan Pengendalian Banjir: Studi Kasus Kota Metropolitan. Jurnal Kebijakan Publik.

Nurjannah. (2020). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Drainase Perkotaan.

Nurjannah. (2020). Peran Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Drainase sebagai Upaya Mitigasi Banjir. Jurnal Sosial Ekologi, 6(2), 89–101.

Pratama, R., & Santoso, D. (2018). Dampak Perubahan Tata Guna Lahan terhadap Kinerja Drainase Perkotaan. Jurnal Planologi Indonesia.

Rahman, A. (2022). Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan terhadap Risiko Genangan di DAS Maros. Urban and Regional Studies Journal, Universitas Bosowa.

SAM Sari, MRLL Latuconsina, dan MAM Latuconsina, “Mitigasi Risiko Bencana Banjir di Kota Makassar,” SABUA , 2019

Santoso, K., Kurniawan, MD, & Hidayat, H. (2022). Analisa Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan HIRARC.Jurnal Manajemen Teknologi dan Sistem Informasi

Saraswati, D. (2023). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Potensi Banjir di Kota Makassar. Jurnal Environmental Science, Universitas Negeri Makassar.

Suriadi, A. (2020). Analisis Efektivitas Drainase Perkotaan di Wilayah Dataran Rendah. Jurnal Teknik SIPIL.

UNFCCC. (2017). Technological Needs Assessment for Urban Flood Management. United Nations Framework Convention on Climate Change.

Ward, P., dkk. (2020). Manajemen Banjir Perkotaan dan Integrasi Kebijakan. Jurnal Hidrologi dan Kebijakan.

Widianingsih, N. (2019). Peran Kolam Retensi dalam Mitigasi Banjir Perkotaan. Jurnal Sumber Daya Air.

Zuhaelsi Zubir dan Prof. Muchsan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar dan Tenaga Ahli Bidang Drainase, Survei Lapangan Identifikasi Penyebab Banjir di Kecamatan Manggala Antang, Kota Makassar, Februari 2025

Downloads

Published

2026-01-30

Issue

Section

Articles